Abu ‘Ashim :
“Semenjak aku ketahui bahwa ghibah (menggunjing orang lain) adalah haram
maka aku tidak berani menggunjing orang sama sekali (Tarikh Al-Kabir,
4/336).
Ibnu Mas’ud :
“Tidak ada anggota tubuh yang lebih perlu untuk dikekang dalam waktu lama, selaindari lisanku (Minhajil Qashidin, 215)
Abdullah bin Mas’ud:
“Orang beriman memandang dosa-dosanya seolah batu besar di puncak bukit, ia takut kalau-kalau menimpanya.” (HR. Bukhari: 5949).
Ka’ab Al-Ahbar:
“Menangis karena takut kepada allah lebih aku sukai daripada bersedekah
dengan 2 kg emas. (Tarikhul Islam III/39).“Sesungguhnya Allah mencintai
hamba-Nya yang selalu merasa cukup dan berusaha menyembunyikan amalnya.
(HR. Muslim. 2965).
Al-Ghazali :
“Berteman & Bergaul dengan orang baik akan mewariskan sikap baik.
Karena tabiat manusia cenderung selalu meniru dan mengikuti (Tuhfatul
Ahwadzi, 7/42).
Umar bin Abdul Aziz :
“Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan bersyukur kepada-Nya.” (Tazkiyah An Nafs 9

“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat
sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Al
Mukmin: 39).
Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, niscaya ia mendapatkan pahala
seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala
mereka sedikitpun. (HR. Muslim)
“Sebaik-baik puasa sesudah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah
(Muharram) & sebaik-baik shalat sesudah shalat wajib adalah shalat
malam.”(HR. Muslim, 1163)
Di samping puasa asyura tgl 10, disunnahkan juga untuk puasa tasu’a tgl
9 Muharram. Rasulullah: Insya Alloh tahun depan kita akan puasa hari
ke-9.” (HR. Muslim, 1916)
Rasulullah: “Saya mohon kepada Alloh agar puasa Asyura (10 Muharram)
menjadi penghapus dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim, 1976)
Salman: ”Orang yang banyak mencari fadhilah amalan sunnah tapi tidak
menyempurnakan amalan wajib bagai pedagang yang rugi tapi ingin mencari
keuntungan.” (Tanbihul Mughtarin: 159)
Hasan bin Sholih: “Mengerjakan kebaikan adalah kekuatan di badan, cahaya di hati, dan sinar di mata.” (Hilyatul Auliya’ VII/330)
“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku sebagai orang yang
mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrohim:
40)
“Barangsiapa berangkat ke Masjid untuk sholat jama’ah maka satu langkah
menghapus kesalahan dan langkah yang lain menulis satu kebaikan,
pulang dan pergi.” (Sholih At-Yafghib: 229)
Sa’id bin Musayyib: “Barangsiapa bisa menjaga sholat lima waktu secara
berjama’ah maka ia telah memenuhi daratan dan lautan dengan ibadah.”
(Hilyatul Auliya’ II/160)
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak
khusyu’, doa yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu
yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal itu.”
(Shohih An-Nasai III/1113).
Harist bin Qois: “Jia setan mendatangimu ketika sedang sholat, lalu dia
berkata, “Kamu pamer!” maka perpanjanglah sholatmu!” (Hilyatul Auliya’
IV/132).
“Sesungguhnya kematian itu dapat melenyapkan kenikmatan yang dirasakan
oleh orang-orang yang dilipti oleh kenikmatan itu, oleh sebab itu
carilah kenikmatan yang tidak ada kematiannya (Abdullah bin Mutharif
rahimahullah)
Sa’id bin Abdul Aziz: “Setiap kali aku berdiri dalam sholatku, aku
selalu terbayang-bayang neraka jahanam. (Hilyatul Auliya’ VII/274)
“Beramallah untuk duniamu sesuai keadaan tinggalmu di sana. Dan
beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kekekalanmu di sana”. (Sufyan
Ats Tsauri rahimahullah).
Muadz bin Jabal: “Jika kamu sholat, maka sholatlah seperti orang yang
berpamitan. Jangan mengira bahwa kamu akan kembali kepadanya untuk
selamanya.” (Hilyatul Auliya’ I/234)
Hudzaifah: “Sesuatu yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah
khusyu’ dan sesuatu yang paling terakhir hilang dari agama kalian
adalah sholat.” (Hilyatul Auliya’ “I/281)
“Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan
sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang
yang khusyu’.” (QS. Al Baqoroh: 45)
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak
berdzikir kepada-Nya adalah seperti perumpamaan antara orang yang hidup
dan yang mati. (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Marilah kita
membandingkan dalam satu hari, berapa jamkah kita menjadi mayat dan
berapa jam kita menjadi orang yang benar-benar hidup.
Abu Darda: “Jadikanlah ucapanmu dalam rangka berdzikir dan diammu dalam
rangka berfikir serta renunganmu dalam rangka mengambil pelajaran.” (Al
Aqdul Farid 3/110)
Ibnu Mas’ud: “Sungguh seandainya Allah menerima dariku satu amalan,
maka hal itu lebih aku sukai daripada emas yang memenuhi bumi.” (Kanzul
Amal: 3/69
Rasulullah: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi).
Janganlah kamu meminta kebutuhanmu kepada anak Adam. Mintalah hanya
pada yang pintu-Nya tak pernah tertutup. Allah akan murka jika kamu
meninggalkan bermohon kepada-Nya, sedangkan anak Adam akan murka jika
kamu memohon kepadanya. (Tazkiyatun Nafs: 55)
Jabir bin Zaid: “Aku lebih suka bersedekah satu dirham kepada anak
yatim atau orang miskin daripada menunaikan ibadah haji setelah haji
wajib.” (Hilyatul Auliya’: 3/89)
Hasan: “Carilah kenikmatan dalam tiga hal: Sholat, Al Qur’an, dan
dzikir. Jika kamu menemukannya maka teruskanlah dan bergembiralah.”
(Hilayatul Auliya’: 6/171)
Shilan bin Farwah: “Aku menemukan bahwa sikap menunda adalah salah satu
prajurit iblis yang telah banyak membinasakan makhluk Allah.”
(Hilyatul Auliya’: 6/42)
Kholid bin Mi’dan: “Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka
bergegaslah menuju ke sana. Karena kamu tidak tahu kapan pintu itu
ditutup.” (Hilyatul Auliya’: 5/211)
Doa dari Al Qur’an: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku,
mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.”
(QS. Thaahaa: 25-27)
Yahya bin Mu’adz: “Dunia adalah jembatan akhirat. Maka seberangilah ia
dan janganlah kamu menjadikannya sebagai tujuan.” (Siyaathul Quluub:
35)
“Barangsiapa yang ingin mendapatkan kelezatan iman, hendaklah dia
mencintai seseorang dengan tidak mencintainya kecuali karena Allah.”
(Shalih Al-Jami’: 6163)
Yahya bin Mu’adz: “Seandainya akal dapat melihat hiburan surga melalui
mata imannya, niscaya akan leburlah jiwa ini karena rindu kepadanya.”
(Siyaathul Quluub: 34)
Yahya bin Mu’adz: “Barangsiapa yang memusatkan hatinya kepada Allah,
niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir
melalui lisannya.” (Siyaathul Quluub: 33)
“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu
memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan
paling besar pahalanya.” (QS. Al Muzzammil: 20)
“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat
sementara) dansesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Al
Mu’min: 39)
Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, niscaya ia mendapatkan pahala
seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala
mereka sedikitpun. (HR. Muslim)
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang selalu takwa, selalu
merasa cukup, dan berusaha meyembunyikan amalnya.” (HR. Muslim, 2965)
Wahab bin Munabih: “Waspadalah terhadap hawa nafsu yang dituhankan,
teman yang jahat, dan keterpukauan dengan diri sendiri.” (Siyaru Alaamin
Nubala IV: 549)
Rasulullah: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa,
yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR.
Muslim)
Ibnul Jauzi: “Waktu akan semakin berharga bila dijaga dengan baik, tapi
aku melihat waktu itu sesuatu yang paling mudah dilalaikan.” (Thabaqat
Hanabilah I: 281)
Raghib As-Sirjani: “Indikasi terkabulnya doa adalah semakin ringan
beramal shalih, tertarik dengan segala ketaatan, selalu berhasrat untuk
berbuat baik, takut balasan maksiat, dan tersentuh ketika mendengar
bacaan Al-Quran, hadits, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.” (Risalatui
ila shabab Al Ummah)
Ibnu Mubarak: “Aku melihat dosa-dosa mematikan hati. Sungguh
melakukannya terus-menerus akan membuahkan kehinaan.” (Ashirul Maknun fi
riqratil qulub, 53)
Rasulullah: “Tanda –tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berkata
bohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat.”
(Muttafaqun ‘alaih)
“Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan Rabbmu dan surga yang luasmnya
seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al Hadid: 21)
Ibnu Mubarak: “Berapa banyak amalan kecil menjadi besar pahalanya
karena niat dan berapa banyak amalan besar menjadi kecil pahalanya
karena niat pula.” (Jami Ulum wal Hikam, 12)
Rasulullah: “Waspadalah terhadap sifat dengki karena sesungguhnya
dengki itu dapat memakan pahala kebaikan. Seperti api memakan kayu
bakar.” (HR. Abu Dawud)
Umar bin Khotob: “duduklah dengan orang-orang yang bertaubat,
sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.”
(Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71)
Umar bin Khotob: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua
kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At
Tabyin III/ 126)
Rasulullah: “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan
sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.” (HR.
At Tirmizi)
Umar bin Khotob: “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh
Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan
selainnya.” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)
Rasulullah: “Kebaikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah sesuatu
yang tersembunyi di hatimu dan kamu tidak suka jika orang lain
mengetahuinya.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat
kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azabku
sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Rasulullah: “Sesungguhnya Allah merasa puas terhadap hamba-Nya yang
bila makan selalu memuji-Nya dan bila minum juga selalu memuji-Nya.”(HR.
Muslim)
Abu Hurairah: “Jadilah orang yang selalu puas dengan rizki Allah,
niscaya engkau akan jadi orang yang paling bersyukur.” (Ibnu Majah:
4217)
Hasan Al Bashri: “Perbanyaklah untuk menyebut nikmat-nikmat ini, karena
menyebut nikmat itu merupakan bentuk syukur.” (Kaifa Tasyakuru
An-Ni’am: 3
Umar bin Khattab: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari
ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” (Shifatush
Shafwah, I/286)
“Ya Allah, bantulah Aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah secara baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud II/ 76)
“Hendaknya seorang hamba selalu berharap cemas kepada Allah, jangan
merasa berjasa pada Allah dan jangan pernah putus asa dari Rahmat-Nya.”
(Tahzibul Hilyah I/ 60)
Rasulullah: “Orang bijak adalah orang yang menghitung dirinya
(menghisab/interopeksi diri) dan beramal untuk kehidupan sesudah mati.”
(Jami’ At-Tirmidzi: 2459)
Rasulullah: “Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang dalam
kesulitan, niscaya Allah memberi kemudahan di dunia dan akhirat.”
(Shahih At Targhib wat Tarhib: 69)
“Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 3)
“Cobaan demi cobaan senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada
diri dan anaknya hingga ia bertemu Allah pada hari kiamat tanpa
membawa kesalahan.” (Jami’ At Tirmidzi : 2399)
“Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah hapuskan
dosanya, sampai duri yang menusuknya sekalipun.” (HR. Bukhari : 5640,
Muslim : 2572)
Abu Bakar Ash Shiddiq : “Ketika aku mengingat ahli surga, aku bergumam :
“Aku takut jangan-jangan aku tidak termasuk bagian dari mereka.”
(Tahdzibul Hilyah, 1/ 60)
Hudzaifah bin Yaman : “Sesungguhnya fitnah selalu ditampakkan kepada
hati, jika hatimu merasa senang dengannya maka satu titik hitam
digoreskan padanya dan jika ia ingkari maka satu titik putih diletakkan
padanya.
HAYYAkumullah
“Suatu kebaikan tidak akan sempurna, tanpa tiga hal :
1. Menganggapnya kecil.
2. Menyegerakan melakukannya.
3. Menyembunyikannya.” (Mukhtashar Minhajil Qashidin, 51)
4. Sungguh-sungguh dalam beramal
(Syarah Tsalatsatul Ushul, Ibnu Utsaimin)
Ziyad bin Amru : “Semua manusia tidak menyukai kematian dan pedihnya
luka. Akan tetapi manusia berbeda-beda derajatnya dengan kesabaran.”
(Ash Shabr, 44).
Al Hasan Al Bashri : “Hai Bani Adam, janganlah kalian menyakiti orang
lain dan jika kalian disakiti, maka bersabarlah !” (Ash Shabr, 26).
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah
menyediakan bagi mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (QS.
Al-Ahzab: 35)
Rasulullah: “Kemenangan selalu bersama kesabaran, setelah kesusahan
pasti ada kesenangan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.” (HR.
Ahmad I/307)
“Ya, Allah, berilah aku manfaat terhadap apa yang Engkau ajarkan
kepadaku dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan
tambahkanlah ilmuku.” (Ash-Shahihah, 1511)
Rasulullah: “Hikmah adalah milik muslim yang hilang, dimana saja dia
menemukannya, maka ia berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi, 2611)
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan
tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada mereka sendiri.” (QS.
Yunus: 44)
“Tidaklah 2 orang saling mencintai karena Allah melainkan orang yang
paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar
kecintaannya pada saudaranya.” (Al Musnad V/ 259)
Ibnul
Qayyim: “Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan
membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan
dikhawatirkan…” (Taisirul Azizil Hamid)